Rabu, 01 Juni 2011

Benzema: Barca Hebat tapi Bisa Dihentikan


Madrid - Striker Real Madrid, Karim Benzema salut dengan keberhasilan Barcelona menjadi juara Liga Champions. Meski mengakui kehebatan tim rival tetapi Benzema menegaskan bahwa Barca bisa dihentikan.

Barca menjadi raja Eropa usai dengan perkasa mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1 dalam laga final di Wembley akhir pekan lalu.

Di pertandingan tersebut, Lionel Messi dkk. seperti biasa memperagakan permainan indah dengan gaya tiki-takanya yang tidak kuasa diimbangi oleh juara Premier League tersebut.

"Benar-benar tidak ada yang dapat anda lakukan jika melihat apa yang kita saksikan pada hari Sabtu. Barcelona sungguh sebuah tim hebat untuk disaksikan," puji Benzema kepada France 2 yang dikutip ESPN Star.

"Mereka sungguh superior terhadap Manchester United dan mendominasi pertandingan. United punya start bagus tapi Barcelona tidak dapat dihentikan sekali mereka memulai memainkan permainannya,"sambungnya.

Seluruh dunia agaknya bakal setuju jika Barca disebut tim terhebat saat ini. Walau begitu, pasukan Josep Guardiola bukan berarti tidak dapat diredam. Terbukti dari keberhasilan Madrid mengalahkan Barca di final Copa del Rey, beberapa waktu lalu.

"Kami mengalahkan mereka di final Copa del Rey jadi mereka bisa dikalahkan. Tapi bagaimana pun mereka memang sebuah tim yang hebat," simpul Benzema.

Jumat, 13 Mei 2011

Barca Terancam


BARCELONA– Efek panas pertemuan Barcelona kontra Real Madrid pada semifinal Liga Champions masih bisa terasa. Barcelona pun bisa merasakan hal yang tak mengenakkan akibat perseteruan itu pada final di Wembley.

Ya,Barcelona terancam tidak bisa menurunkan salah satu punggawa utamanya,Sergio Busquets,saat melawan Manchester United (MU).Sebab,ancaman hukuman lima pertandingan tak boleh tampil bisa menerpa pemain ini jika tindakan rasis Busquets terhadap Marcelo, defender Madrid,terbukti. Kasus ini merupakan kelanjutan dari semifinal leg pertama di Estadio Santiago Bernabeu,27 April lalu. Dalam pertandingan yang dimenangkan Barcelona dengan skor 2-0 itu,Busquets dituding memaki Marcelo dengan sebutan mono,kata yang berarti monyet.

Aksi Busquets konon terekam kamera salah satu stasiun televisi di Madrid,yang disiarkan ulang saat legkedua di Camp Nou.Belum diketahui pasti apa yang diucapkan gelandang Barcelona tersebut. Sebab,dia saat itu menghalangi mulutnya dengan tangan. UEFA telah melakukan investigasi yang dimulai kemarin.Ini juga sebagai bentuk tindak lanjut dari protes Madrid terhadap Busquets.

Penyelidik nantinya akan menganalisis rekaman tersebut untuk mengetahui apakah Busquets benarbenar melakukan penghinaan berbau rasis.Hasilnya baru akan diketahui besok. Jika terbukti bersalah,berarti Busquets telah melanggar Article 11 Regulasi Dispilin UEFA mengenai tindakan rasis dan penghinaan.Berdasarkan kasus serupa sebelumnya,hukuman yang diterima berupa skorsing lima pertandingan di Eropa.Artinya,dia dipastikan tidak akan tampil di final kompetisi antarklub kelas atas Eropa pada Sabtu (28/5).

”UEFA melalui Badan Disiplin dan Pengaturan telah memulai penyelidikan terhadap Busquets,gelandang Barcelonas. Investigasi berdasarkan bukti rekaman yang disediakan Madrid.UEFA baru akan mengeluarkan keputusan pada 15 Mei dan memberitahukan kepada klub pada 16 Mei,”bunyi rilis dari UEFA dikutip Dailymail. Klub Katalan itu tentu saja membantah Busquets melakukan tindakan rasis. Sekretaris Direksi Barcelona Toni Freixa meyakini itu hanyalah salah interpretasi.

Menurut dia,pemain berusia 22 tahun itu tidak pernah mengucapkan kata mono, melainkan big noseyang artinya hidung besar. ”Ketika Madrid memperlihatkan gambar yang diunduh dari youtube,kami langsung menanyakannya kepada Busquets.Dia mengaku itu semua tidak benar.Sebab,yang dia ucapkan saat itu hanyalah,Marcelo memiliki hidung besar,” kata Freixa dilansir Goal.

Barcelona juga mengklaim telah mengajukan pembelaan terhadap Busquets kepada UEFA setelah instruksi penyelidikan diberlakukan.Maklum,klub berjuluk El Azulgranaini merasa diperlakukan tidak adil.Apalagi,ini tidak menutup kemungkinan merupakan aksi cemburu atas sukses yang diraih Lionel Messi dkk. ”Kami berada dalam fase awal dalam sebuah ketidakadilan.

Saya berharap UEFA bersikap bijaksana dan menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka tentu harus adil dan melindungi pihak yang tidak bersalah.Sebab,kami tidak melakukan kesalahan,”sebut Freixa. Kabar adanya penyelidikan terhadap Busquets rupanya sampai ke telinga Josep ’Pep’ Guardiola.Tapi,sang arsitek enggan berkomentar banyak.Guardiola memilih memusatkan perhatiannya pada persiapan timnya ke final.Apalagi,menu latihan khusus kabarnya sudah disiapkan.

Selasa, 10 Mei 2011

Real Madrid Datangkan Nuri Sahin


Madrid - Real Madrid tak ingin keduluan tim lain dalam memboyong pemain anyar sebelum akhir musim. Ini dibuktikan kubu SI Putih dengan mendatangkan pengatur serangan Turki Nuri Sahin dari Borussia Dortmund dengan kontrak enam tahun. Sahin diboyong sebagai program penguatan skuad yang sedang dilancarkan Jose Mourinho. Pemain 22 tahun ini bergabung di Dortmund pada 2008 dan membantu tim meraih gelar Bundesliga Liga Jerman. Ia akan resmi bergabung di Bernabeu untuk membantu Madrid mengakhiri dominasi Barcelona dan mengehar gelar ke-10 Liga Champions. Sahin absen di tiga pertandingan Dortmund lantaran cedera. Ia dikabarkan akan memperpanjang cederanya sampai enam pekan ke depan. Ia mengaku bangga bisa bergabung dengan Madrid. “Saya sulit mengambil keputusan untuk menyetujui bergabung dengan Madrid. Hati saya tetap di Borussia. Saya akan kehilangan Dortmund,” kata Sahin, Selasa, 10 Mei 2011. Media Spanyol melaporkan bahwa El Real juga sedang berusaha menggaet gelandang Bayern Muenchen Hamit Altintop.

Minggu, 08 Mei 2011

Bus Pemain Madrid Diserang Fans Sevilla


emenangan 6-2 Real Madrid atas Sevilla di lanjutan La Liga harus dibayar dengan terancamnya rasa aman para pemain El Real. Selepas pertandingan yang berlangsung di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, bus pemain Madrid diserang oleh penggemar Sevilla, Minggu 8 Mei dini hari WIB.

Seperti dilansir yahoosport, bus yang dalam perjalanan ke airport itu dilempari batu oleh sekelompok fans yang mengamuk. Akibatnya beberapa kaca jendela pecah namun tak meninggalkan korban jiwa. Para pemain Madrid pun pulang selamat menggunakan pesawat yang sudah dijadwalkan.

Kemenangan Madrid atas Sevilla tak mempengaruhi posisi mereka yang berada di peringkat dua klasemen sementara. Sedangkan Sevilla sebagai tuan rumah masih tertahan di peringkat tujuh dengan 52 poin dari 35 pertandingan. (eh)

Karim Benzema Bisa Turun Pertama Lawan Barcelona


MADRID - Hingga kini Jose Mourinho memang belum memastikan daftar starter yang bakal diturunkan untuk leg 2 babak semifinal Liga Champions menghadapi Barcelona, Selasa (3/5). Akan tetapi, indikasi Los Blancos bakal bermain menyerang dengan memainkan satu striker murni sejak awal sudah terlihat.

Pada sesi jumpa pers terakhir, asisten pelatih, Aitor Karanka menyertakan Karim Benzema guna menghadapi para wartawan. Sejak saat itu, muncul indikasi Benzema bakal bermain sebagai starter di Camp Nou. Apalagi, saat Madrid kalah 2-3 dari Real Zaragoza, (30/4) kemarin, Benzema tampil apik dengan menyumbang satu gol.

Perkiraan formasi pada laga kali ini memang bakal berbeda ketimbang dua pertemuan terakhir dengan Barcelona. Saat itu, Mourinho lebih memercayakan Cristiano Ronaldo sebagai penggedor utama di lini depan, serta menempatkan tiga gelandang jangkar sekaligus.

"Ini akan menjadi laga besar bagi smuanya. Barcelona tim hebat. Tapi kami akan mencetak skor, dan aku akan memberikan segalanya untuk mencetak gol buat Madrid," janji Benzema.

Tak ada pilihan lain bagi Madrid untuk tampil menyerang. Defisit dua gol pada leg 1 membuat mereka butuh kemennagan minimal 3-1 di Camp Nou. Dan untuk memuluskan ambisi itu, permainan meyerang menjadi salah satu jawabannya.

"Hasil partai sebelumnya memang menyulitkan. Tapi ini sepak bola, dan kami bisa menang di Barcelona. Kami akan sekuat tenaga meraih kemenangan. Masih ada 90 menit untuk mencapai laga final, dan kami akan memenanginya," imbuh dia.

Meski begitu, Benzema sadar dengan menerapkan permainan menyerang tidak lantas Madrid langsung melupakan pertahanan. "Untuk laga penting ini kami akan menyerang, tapi juga bertahan dengan baik. Jika bisa, kami pasti mencetak banyak gol," pungkas dia.

Tolak Kritik Wasit,Benzema 'Diasingkan' Mou


Media-media Spanyol mempertanyakan alasan Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang membangkucadangkan striker Karim Benzema saat "Los Blancos" berhadapan dengan Barcelona pada leg kedua babak semifinal Liga Champions, Selasa (3/5/2011) lalu.

Benzema sama sekali tak bermain di laga itu. Ia hanya duduk manis di bangku cadangan. Mou lebih memilih Gonzalo Higuain sebagai striker utama dan Emmanuel Adebayor sebagai penggantinya. Laga itu sendiri berakhir imbang 1-1.

Koran Spanyol, El Pais, mencurigai Benzema dicadangkan karena ia menolak mengikuti langkah rekan-rekannya yang mengkritik kinerja wasit Wolfgang Stark di leg pertama. Seperti diketahui, Madrid kalah di leg pertama dan mereka juga harus bermain dengan 10 orang. Seusai laga, pemain-pemain Madrid beserta seluruh pengurus, termasuk Mourinho, mengkritik kinerja Stark.

Namun, hal ini tidak dilakukan Benzema. Dalam konferensi pers jelang leg kedua di Camp Nou, Benzema menolak untuk menjawab pertanyaan seputar kinerja Stark. "Aku di sini bukan untuk berbicara tentang wasit. Aku ingin berbicara tentang pertandingan. Kami harus mencetak gol. Kami tim yang hebat dan kami akan mencoba untuk menang," kata Benzema beberapa waktu lalu.

Kabarnya, hal ini membuat Mourinho murka. Ia pun "mengasingkan" Benzema di leg kedua. Ini bukan pertama kalinya Mou menyingkirkan pemain dari skuad Madrid. Akhir pekan lalu, Mou juga "membuang" Cristiano Ronaldo saat Madrid melawan Real Zaragoza di Liga BBVA. Media-media Spanyol percaya, hal ini terjadi karena CR7 mengkritik taktik Mourinho lawan Barca yang terlalu bertahan.

"Kemarin, ada beberapa bisikan bahwa Benzema, sama seperti Cristiano Ronaldo saat Melawan Zaragoza, absen karena tidak mematuhi perintah Mourinho," tulis El Pais.

Zidane Kecewa,Benzema Tak Main


Mantan bintang Real Madrid, Zinedine Zidane, diberitakan bingung dan kecewa atas taktik yang diterapkan pelatih Jose Mourinho dalam pertandingan semi final Liga Champions melawan Barcelona.

Di partai semi final tersebut, Mourinho sama sekali tidak memainkan penyerang asal Perancis, Karim Benzema. Sebaliknya dia memasang Gonzalo Higuain yang baru pulih dari cedera panjang dan Emmanuel Adebayor. Padahal Benzema tampil mengesankan selama Higuain absen.

Tidak dimainkannya Benzema di leg kedua yang membuat Zidane kecewa. Dalam pertandingan yang berakhir 1-1, Selasa (3/5) itu, Mourinho menurunkan Higuain yang kemudian digantikan oleh Adebayor di pertengahan babak kedua.

Menurut surat kabar El Pais, Benzema tidak dipasang pada laga itu lantaran ia tidak ikut mengeritik wasit Wolfgang Stark yang memimpin pertandingan leg pertama di Bernabeu pekan lalu. Seperti diketahui, Stark memberikan kartu merah kepada Pepe di menit ke 60 yang membuat Madrid harus bermain 10 orang sehingga akhirnya kalah 0-2 lewat dua gol yang diborong Lionel Messi.

"Saya di sini bukan untuk berbicara tentang wasit. Saya ingin berbicara tentang pertandingan. Kami harus mencetak gol. Kami tim yang hebat dan kami mencoba untuk menang," ungkap Benzema ketika dimintai komentarnya tentang kinerja wasit.

Pernyataan itu yang kabarnya membuat Mourinho tidak suka pada Benzema sehingga tak memasukkan pemain asal Perancis itu dalam skuad untuk pertandingan leg kedua.