
BARCELONA– Efek panas pertemuan Barcelona kontra Real Madrid pada semifinal Liga Champions masih bisa terasa. Barcelona pun bisa merasakan hal yang tak mengenakkan akibat perseteruan itu pada final di Wembley.
Ya,Barcelona terancam tidak bisa menurunkan salah satu punggawa utamanya,Sergio Busquets,saat melawan Manchester United (MU).Sebab,ancaman hukuman lima pertandingan tak boleh tampil bisa menerpa pemain ini jika tindakan rasis Busquets terhadap Marcelo, defender Madrid,terbukti. Kasus ini merupakan kelanjutan dari semifinal leg pertama di Estadio Santiago Bernabeu,27 April lalu. Dalam pertandingan yang dimenangkan Barcelona dengan skor 2-0 itu,Busquets dituding memaki Marcelo dengan sebutan mono,kata yang berarti monyet.
Aksi Busquets konon terekam kamera salah satu stasiun televisi di Madrid,yang disiarkan ulang saat legkedua di Camp Nou.Belum diketahui pasti apa yang diucapkan gelandang Barcelona tersebut. Sebab,dia saat itu menghalangi mulutnya dengan tangan. UEFA telah melakukan investigasi yang dimulai kemarin.Ini juga sebagai bentuk tindak lanjut dari protes Madrid terhadap Busquets.
Penyelidik nantinya akan menganalisis rekaman tersebut untuk mengetahui apakah Busquets benarbenar melakukan penghinaan berbau rasis.Hasilnya baru akan diketahui besok. Jika terbukti bersalah,berarti Busquets telah melanggar Article 11 Regulasi Dispilin UEFA mengenai tindakan rasis dan penghinaan.Berdasarkan kasus serupa sebelumnya,hukuman yang diterima berupa skorsing lima pertandingan di Eropa.Artinya,dia dipastikan tidak akan tampil di final kompetisi antarklub kelas atas Eropa pada Sabtu (28/5).
”UEFA melalui Badan Disiplin dan Pengaturan telah memulai penyelidikan terhadap Busquets,gelandang Barcelonas. Investigasi berdasarkan bukti rekaman yang disediakan Madrid.UEFA baru akan mengeluarkan keputusan pada 15 Mei dan memberitahukan kepada klub pada 16 Mei,”bunyi rilis dari UEFA dikutip Dailymail. Klub Katalan itu tentu saja membantah Busquets melakukan tindakan rasis. Sekretaris Direksi Barcelona Toni Freixa meyakini itu hanyalah salah interpretasi.
Menurut dia,pemain berusia 22 tahun itu tidak pernah mengucapkan kata mono, melainkan big noseyang artinya hidung besar. ”Ketika Madrid memperlihatkan gambar yang diunduh dari youtube,kami langsung menanyakannya kepada Busquets.Dia mengaku itu semua tidak benar.Sebab,yang dia ucapkan saat itu hanyalah,Marcelo memiliki hidung besar,” kata Freixa dilansir Goal.
Barcelona juga mengklaim telah mengajukan pembelaan terhadap Busquets kepada UEFA setelah instruksi penyelidikan diberlakukan.Maklum,klub berjuluk El Azulgranaini merasa diperlakukan tidak adil.Apalagi,ini tidak menutup kemungkinan merupakan aksi cemburu atas sukses yang diraih Lionel Messi dkk. ”Kami berada dalam fase awal dalam sebuah ketidakadilan.
Saya berharap UEFA bersikap bijaksana dan menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka tentu harus adil dan melindungi pihak yang tidak bersalah.Sebab,kami tidak melakukan kesalahan,”sebut Freixa. Kabar adanya penyelidikan terhadap Busquets rupanya sampai ke telinga Josep ’Pep’ Guardiola.Tapi,sang arsitek enggan berkomentar banyak.Guardiola memilih memusatkan perhatiannya pada persiapan timnya ke final.Apalagi,menu latihan khusus kabarnya sudah disiapkan.